Organisasi disebut juga well collected people, yaitu
kumpulan orang-orang yang terseleksi dengan baik dan
terkoordinasi secara sah (legitimate). Well di sini
artinya tujuan tercapai dengan cara-cara yang sah. Suatu organisasi minimal
terrequitment dalam kondisi bisnisman. Antara satu orang dengan orang lain
dalam satu organisasi yang sama bisa saling menentukan dan ditentukan. Jadi
suatu saat seseorang di organisasi harus menjadi aktif dan di saat lain harus
mau diarahkan.
Terdapat
4 langkah/phase berorganisasi, yaitu:
1. Planning → melihat ke depan dan melakukan perubahan agar hidup lebih baik
di masa depan. Tujuan itu menjadi arah dan ukuran keberhasilan. Tujuan minimal
ada dua:
a. Strategic jauh ke depan, akan menciptakan manusia-manusia potensial.
b. Operasional,
untuk mengkongkritkan tujuan strategic.
Tujuan strategic
diungkapkan dengan sebutan visi dan misi.Tujuan seorang psikolog adalah
memberikan inisiatif/inovatif agar planning
itu tercipta.
2. Organizing → menetapkan kegiatan bersama yang relevan, yang dengan kegiatan
itu maka masa depan dalam planning akan tercapai. Kegiatan-kegiatan yang
dilakukan mempunyai tujuan untuk masa depan. Kegiatan-kegiatan tersebut
dibagi-bagi kepada the right man at the
right place, atau dengan kata lain kegiatan-kegiatan tersebut dibagi-bagi
secara terkoordinasi. Jika bisa, dilakukan secara efisien.
3. Actuating → kegiatan-kegiatan yang sudah dikoordinasi tersebut harus bisa
dijamin untuk bisa dilaksanakan dengan baik. Ditahap ini, organisasi mempunyai
pengawas yang bertujuan untuk memotivasi kegiatan-kegiatan tersebut terlaksana
sesuai dengan yang sudah terkoordinasi.
4. Controlling → terkendalikan, tetap pada tujuan dan jangan sampai deviasi.
Jika deviasi terjadi, maka harus dicari tahu apa penyebabnya agar bisa
secepatnya dikoreksi.
Dua macam
perilaku di organisasi:
1. Mekanistik/birokrasi
→ perilaku berdasarkan struktur, pembagian tugas secara hierarki:
a. Vertikal:
pembagian tugas dari atasan kepada bawahan.
b. Horizontal:
pembagian tugas antar level.
Didalamnya terdapat tanggung jawab, kewajiban
dan wewenang di antara para anggotanya.Dalam mekanistik, hubungannya selalu
formal, ada loyalitas antar anggotanya.
2. Organismik →
perilaku dimana sebuah kegiatan/pekerjaan didasarkan pada insiatif, kebebasan,
dan kerjasama individual.
Perilaku-perilaku
ini dilakukan dengan satu tujuan.Bisa saja suatu tugas bersifat mekanistik
tetapi dilakukan secara individu (organismik).
Terdapat dua tujuan organisasi:
1. Survival (bertahan) → walaupun mendapat rintangan berat dan nada
pertengkarang di dalamnya, tetapi tidak sampai pada perpecahan anggota.
2. Growth and Development → setelah bertahan, organisasi bertujuan
untuk terus tumbuh lalu bekembang secara berkelanjutan (sustainability).
Istilah-istilah
lain:
ø Design (struktur) → konstruksi mekanistik organisme yang begitu
spesifik, yang menjamin tercapainya tujuan, di mana masing-masing individu bisa
memberikan kontribusi. Design yang
ideal akan menciptakan habitat bagi anggotanya yaitu tempat bagi oang-orang
didalamnya bisa tumbuh dan berkembang.
ø Authority → kekuasaan yang digunakan untuk menjalankan suatu kegiatan.
Wewenang inilah yang menentukan design tercipta untuk habitatnya sendiri, untuk
bertahan hidup.
Ilmu Perilaku (Behavioral
Science) – Psikologi
Psikologi
adalah ilmu perilaku tentang jiwa.Manuia terdiri dari tubuh dan jiwa, jiwa
inilah yang dipelajari di psikologi. Dalam psikologi terdapat 5 model
pendekatan (approach), yaitu:
1.
Biological
→ kita melihat pengaruh kondisi biologis
terhadap kondisi jiwa seseorang.
→ kondisi jiwa seseorang bisa dilihat dari
postur tubuh, ekspresi, maupun golongan darah.
2. Psikodinamika (psikologi dalam)
→ seseorang itu bergerak dari kehidupan masa
lampau sehingga tanpa sadar hal tersebut merubah kondisi jiwa saat ini.
→ dinamika kehidupan seseorang dibentuk dari
kehidupan masa lampau, atau dengan sendirinya (karena terbiasa).
3. Kognitiva (pikir)
→ kognitiva juga berkenaan dengan kondisi
biological dan psikodinamika.
→ ketika seseorang berpikir, tanpa sadar ia
juga akan memperhatikan kondisi fisik (biologisnya) dan juga berdasarkan hal
yang biasa terjadi di lingkungan.
4.
Behavioral
→ merupakan peilaku tampak yang dibentuk di
dalam lingkungan.
5. Humanistik (value of life)
→ nilai kehidupan, sadar akan nilai-nilai sosial/kehidupan dan
nilai-nilai kehidupan tersebut akan menjadi kesadaran jiwa seseorang.

Terima kasih atas penjelsan nya
ReplyDeleteMy blog
sangat bermanfaat terimakasih..http://blog.binadarma.ac.id/novrihadinata
ReplyDelete