Mekanisme Evolusi adalah perubahan sedikit demi sedikit dari makhluk hidup
yang sederhana ke makhluk yang lebih kompleks. Mekanisme
utama untuk menghasilkan perubahan evolusioner adalah seleksi alam
dan hanyutan genetika. Seleksi alam memfavoritkan
gen yang meningkatkan kapasitas keberlangsungan dan reproduksi. Hanyutan
genetika merupakan perubahan acak pada frekuensi alel, disebabkan oleh
percontohan acak (random sampling) gen generasi selama reproduksi.
Aliran gen merupakan transfer gen dalam dan antar populasi. Kepentingan relatif
seleksi alam dan hanyutan genetika dalam sebuah populasi bervariasi, tergantung
pada kuatnya seleksi dan ukuran populasi efektif, yang merupakan
jumlah individu yang berkemampuan untuk berkembang biak. Seleksi alam biasanya
mendominasi pada populasi yang besar, sedangkan hanyutan genetika mendominasi
pada populasi yang kecil. Dominansi hanyutan genetika pada populasi yang kecil
bahkan dapat menyebabkan fiksasi mutasi yang sedikit merugikan. Karenanya,
dengan mengubah ukuran populasi dapat secara dramatis mempengaruhi arah
evolusi. Leher botol populasi, di mana populasi
mengecil untuk sementara waktu dan kehilangan variasi genetika, menyebabkan
populasi yang lebih seragam. Leher botol disebabkan oleh perubahan pada aliran
gen, seperti migrasi yang menurun, ekspansi ke
habitat yang baru, ataupun subdivisi populasi.
1. Variasi yang dapat diwariskan (bahan baku evolusi)
Variasi yang diwariskan merupakan bahan baku evolusi karena pada
tahun 1859 Charles Darwin seorang naturalis dari Inggris menerbitkan buku The
Origin Of Species, buku tersebut menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang ada
di bumi ini merupakan hasil keturunan dari nenek moyang yang sama yang
mengalami modifikasi inilah yang disebut teori evolusi. Dengan kata lain, teori
evolusi menyatakan bahwa species bukanlah merupakan suatu yang kekal dan tidak
mengalami perubahan, melainkan berevolusi melalui proses perubahan terhadap
dari spesies yang tlah ada, semua spesies mempunyai hubungan darah, sampai
demikian setiap dua spesies yang ada di bumi ini pada suatu saat dalam sejarah
nya mempunyai leluhur yang sama, jadi pada intinya variasi itu berupa keanekaragaman
spesies yang ada di dunia ini
Ia menemukan bahwa peternak dapat mengembangkan jenis baru hanya dari
varian yang timbul secara spontan pada ternaknya. Yaitu, hanya jika beberapa
hewan dilahirkan lebih berat atau lebih besar atau warna bulunya lebih gelap
dibandingkan dengan yang lain, maka peternak dapat mengembangkan jenis yang
lebih berat atau lebih tinggi atau berbulu lebih gelap. Darwin juga menyadari
bahwa varian ini tidak dapat timbul hanya sekedar karena di tempatkan di
lingkungan lain. Individu-individu yang yang lebih besar hanya karena makanan
yang lebih baik tidak akan dapat menyediakan bahan baku untuk jenis yang lebih
besar. Hanyalah variasi terwariskan yang dapat memenuhi tujuan ini. Ada dua
bentuk variasi yaitu:
Banyak sifat yang ditemukan dalam suatu populasi
tumbuhan atau hewan bervariasi dalam suatu cara yang tak terputus dan halus
dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Berat tubuh, panjang tubuh, dan warna
bulu, baru tiga sifat yang dari padanya kita harapkan dapat ditemukan variasi
yang sangat banyak.
b. Variasi terputus
Untuk sifat-sifat tertentu, individu-individu
dari beberapa populasi dapat dibagi dalam dua kelompok yang jelas tanpa adanya
kelompok antara. Fakta bahwa semua manusia mempunyai satu dari empat golongan
darah ABO merupakan contoh variasi yang terputus-putus. Variasi seperti ini
disebut polimorfisme.
Baik variasi yang terputus maupun yang tak terputus dapat menjadi bahan baku
evolusi hanya saja jika timbulnya disebabkan oleh factor-faktor menurun dan
bukan karena factor lingkungan. Sifat ini dikatakan mempunyai daya temurun
(heretabilitas) yang tinggi. Sebaliknya jika keturunannya mampunyai kisaran
yang sama dengan rata-rata populasi, maka hanya factor lingkungan yang bekerja.
Sifat seperti ini dikatakan mampunyai heritabilitas nol.
Fenotipe
suatu individu organisme dihasilkan dari genotipe
dan pengaruh lingkungan organisme tersebut. Variasi fenotipe yang substansial
pada sebuah populasi diakibatkan oleh perbedaan genotipenya. Frekuensi alel
tertentu akan berfluktuasi, menjadi lebih umum atau kurang umum relatif
terhadap bentuk lain gen itu. Gaya dorong evolusioner bekerja dengan mendorong
perubahan pada frekuensi alel ini ke satu arah atau lainnya. Variasi menghilang
ketika sebuah alel mencapai titik fiksasi, yakni ketika ia menghilang dari
suatu populasi ataupun ia telah menggantikan keseluruhan alel leluhur.
Variasi berasal
dari mutasi
bahan
genetika, migrasi antar populasi (aliran gen),
dan perubahan susunan gen melalui reproduksi seksual. Variasi juga datang dari
tukar ganti gen antara spesies yang berbeda; contohnya melalui transfer gen horizontal pada bakteria dan
hibridisasi pada tanaman. Walaupun terdapat variasi yang terjadi secara terus
menerus melalui proses-proses ini, kebanyakan genom spesies adalah
identik pada seluruh individu spesies tersebut. Namun, bahkan perubahan kecil
pada genotipe dapat mengakibatkan perubahan yang dramatis pada fenotipenya.
Misalnya simpanse dan manusia hanya berbeda pada 5% genomnya.
Tidak ada spesies hidup yang tidak dapat
mengisi penuh habitat dengan jenisnya jika tersedia makanan yang yang tak
terbatas dan factor lain dalam lingkungannya itu menguntungkan. Beberapa akan
melaksanakannya lebih cepat dari yang lain. Nyatanya setiap spesies yang dalam
masa hidupnya menghasilkan lebih dari dua keturunan yang hidup, akan bertambah
jumlahnya kecuali jika kelebihan itu mati sebelum memberi keturunan. Skala
waktu berbeda untuk berbagai spesies, tetapi potensi untuk pertumbuhan
eksponensial ada pada semua spesies. Ketentuan yang mengendalikan pertumbuhan
populasi yang eksponensial adalah berupa sejumlah factor yang bekerja dan
bersamaan yang oleh Darwin disebut seleksi ilmiah. Teori seleksi alamiah Darwin
merupakan kesimpulan berdasarkan tiga factor alam yang dapat diamati dan dari
suatu kesimpulan pendahuluan.
Fakta 1 : Semua spesies mempunyai potensi
reproduksi yang tinggi. Dari bakteri sampai gajah, mempunyai kemampuan untuk
memenuhi dunia ini dengan jenisnya.
Fakta 2 : Kecuali fluktuasi yang kecil, populasi
spesies apapun dari tahun ke tahun agak konstan.
Kesimpulan 1 : Karena itu, kita harus menyimpulkan bahwa semua mahluk
menghadapi perjuangan untuk eksistensi yang terus menerus, yaitu perjuangan
yang banyak diantara mereka akan mati muda.
Fakta 3 : Terdapat variasi yang diturunkan diantara
individu tiap spesies.
Kesimpulan 2 : Karena itu, kita dapat
menyimpulkan bahwa individu yang variasinya paling cocok untuk lingkungannya
mempunyai kemungkinan besar untuk bertahan hidup.
Variasi
individu dalam populasi dapat terjadi melalui :
-
Persilangan antar individu dalam populasi
tersebut
-
Perubahan lingkungan yang menyebabkan mutasi bagi
individu yang hidup di dalamnya
Variasi
genetik
Rekombinasi
gen-gen yang dapat terjadi melalui perkawinan antara individu-individu yang
fertil sebab dalam perkawinan terjadi penyatuan antara gamet janan dan betina yang
masing-masing memiliki susunan genetik yang berbeda.
2.
Seleksi Alamiah
Seleksi alam adalah proses di mana mutasi genetika
yang meningkatkan keberlangsungan dan reproduksi suatu organisme menjadi (dan
tetap) lebih umum dari generasi yang satu ke generasi yang lain pada sebuah
populasi.
Ia sering disebut
sebagai mekanisme yang "terbukti sendiri" karena:
- Variasi terwariskan terdapat dalam populasi organisme.
- Organisme menghasilkan keturunan lebih dari yang dapat
bertahan hidup
- Keturunan-keturunan ini bervariasi dalam kemampuannya
bertahan hidup dan bereproduksi.
Salah satu kecaman terhadap seleksi alamiah
Darwin adalah bahwa teorinya tidak dapat menjelaskan bagaimana sifat-sifat yang
diinginkan diwariskan dari generasi-kegenerasi yang berikutnya. Dengan
kata lain, Darwin tidak dapat menjelaskan mekanisme pewarisan sifat.
Seleksi alamiah dapat dipengaruhi penyebaran fenotipe dalam satu populasi dengan
3 cara :
1. Seleksi pemantap (stabilizing selection)
merupakan seleksi
terhadap nilai-nilai ektrem, menyebabkan penurunan variasi di sekitar nilai
rata-rata. Hal ini dapat menyebabkan organisme secara pelahan memiliki tinggi
badan yang sama. Disini
individu-individu pada setiap ekstrem akan disingkirkan, disamping meningkatkan
keberhasilan reproduksi fenotif yang mendekati nilai rata-rata.
- Seleksi
berarah (directional selection)
merupakan geseran nilai rata-rata sifat dalam selang waktu
tertentu, misalnya organisme cenderung menjadi lebih tinggi. Suatu
populasi mungkin dapat berada dalam keadaan dimana individu-individu yang
menempati suatu ekstrem dari kisaran fenotif lebih disukai dari pada yang
lain-lain. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat perubahan pada lingkungan
fisiknya.
- Seleksi
pemutus (disruptive selection)
merupakan seleksi nilai ekstrem, suatu keadaan tertentu
dimana individu pada kedua ekstrem dari kisaran fenotifnya lebih sesuai
daripada yang terdapat di tengah-tengah, dan
sering mengakibatkan dua nilai yang berbeda
menjadi lebih umum (dengan menyeleksi keluar nilai rata-rata).
Hal ini terjadi apabila baik organisme yang pendek ataupun
panjang menguntungkan, sedangkan organisme dengan tinggi menengah tidak. Seleksi
diskruptif dapat menghasilkan terpecahnya lungkang (pool) gen tunggal menjadi
dua lungkang gen yang yang berbeda. Hal ini dapat merupakan satu cara
pembentukan spesies baru.
Spesiasi adalah pembentukan satu atau lebih spesies turunan dari satu
spesies moyang. Pada umumnya spesiasi mensyaratkan bahwa spesies moyang harus
terpisah menjadi 2 atau lebih sub populasi yang terpisah secara geografik,
padanya seleksi alamiah dan penyimpangan bekerja secara berbeda untuk membentuk
lingkang gen yang berbeda. Kalaupun dua spesies yang masih tingkat permulaan
ini bersatu kembali, mereka akan saling berkawin lagi dan membentuk lagi satu
gen. ada kemungkinan satu atau lebih mekanisme isolasi akan mencegah
berhasilnya saling berkawinan. Dalam hal demikian, persaingan yang hebat
anatara mereka mungkin akan menimbulkan seleksi direksional yang akan
mengurangi kehebatan persaingan tersebut. Akhirnya, akan tiba suatu saat ketika
kedua spesies baru tersebut secara genetic tak mampu lagi melaksanakan kawin
silang dengan sukses. Spesiasipun telah selesai.
Kasus khusus
seleksi alam adalah seleksi seksual, yang
merupakan seleksi untuk sifat-sifat yang meningkatkan keberhasilan perkawinan
dengan meningkatkan daya tarik suatu organisme. Sifat-sifat yang berevolusi
melalui seleksi seksual utamanya terdapat pada pejantan beberapa spesies hewan.
Walaupun sifat ini dapat menurunkan keberlangsungan hidup individu jantan
tersebut (misalnya pada tanduk rusa yang besar dan warna yang cerah dapat
menarik predator), Ketidakuntungan keberlangsungan hidup ini diseimbangkan oleh
keberhasilan reproduksi yang lebih tinggi pada penjantan.
3.
Ukuran “Kemampuan”
Ukuran
“kemampuan” adalah adaptasi yang dilakukan untuk bertahan hidup dengan mengubah
morfologi tubuh dan juga kemampuan dalam menghasilkan keturunan dewasa.
Individu dalam suatu populasi yang dapat menghasilkan keturunan dewasa dalam
jumlah yang paling besar, itulah yang disebut paling mampu.
Dalam hal ini beberapa mekanisme memegang
peranan:
1. Kelangsungan Hidup
Jika tiap sifat yang dapat
meningkatkan kesempatan organisme untuk tetap hidup pada dan melalui periode
reproduksi ini membuat organisme itu lebih mampu dari pada individu lain dalam
spesies itu. Kita namakan sifat-sifat itu adaptasi. Sifat ini dapat menyangkut
perubahan dalam struktur tubuh, perubahan dalam fisiologi, perubahan dalam
prilaku, atau perubahan semua sifat tersebut.
2. Seleksi Seksual
Tiap sifat yang diwariskan, yang
membuat beberapa individu lebih menarik bagi lawan jenis dari pada individu
lain, akan menyebabkan mereka lebih berhasil dalam perkawinan. Akibatnya dalam
generasi berikutnya proporsi sifat yang diturunkan akan lebih besar. Penelitian
mengenai beberapa sifat yang menyangkut seleksi seksual mengungkapkan bahwa
dampak evolusi seleksi seksual tidak selamanya searah dengan seleksi ketahanan
hidup individu. Sifat-sifat yang terseleksi secara seksual, dan akan terus
meningkat pada generasi-generasi berikutnya, mungkin dapat menyebabkan hewan
itu kurang mampu teradaptasi dengan lingkungannya.
3. Ukuran Keluarga
Setiap sifat yang menyebabkan
hewan mempunyai keturunan dewasa dalam jumlah besar juga merupakan ukuran
kemampuan. Perlu ada penekanan pada keturunan dewasa karena hanya mereka yang
dapat mewariskan sifat-sifat itu pada generasi berikutnya.
4. Genetika sumber variabilitas
Variabilitas adalah
keanekaragaman secara genetis sebenarnya dua tanaman tidak akan persis sama,
meskipun bisa digolongkan dalam satu golongan sampai batas tertentu misalnya
kultivar, varietas , spesies, general, family dst.
Variabilitas suatu
populasi bisa di bagi atas variabilitas fenotopik dan variabilitas genotipik.
Variabilitas fenotopik dapat diukur atau dilihat langsung untuk keanekaragaman
tertentu sedangkan variabilitas genotipik tidak dapat dilihat atau diukur
secara langsung sehingga harus diduga melalui analisis melalui statisktik.
Sumber-sumber variabilitas genetik
Plasma nutfah : Merupakan sumber genetik dalam
pemuliaan tanaman untuk mengembangkan suatu kultivar baru
Introduksi : Kegiatan memasukan genotip tanaman
dari tempat lain yang dapat digunakan untuk program pemuliaan
Mutan: Mutan hasil mutasi yang
didefinisikan sebagai perubahan yang mendadak pada bahan genetik dari sel
Poliploid : Tanaman hasil penggandaan yang
mempunyai lebih dari set genom
Hibridisasi: Hibridisasi iini sangat efektif
untuk menggabungkan karakter yang baik dari dua atau lebih tanaman yang bebeda
genotipnya,
Evolusi
organisme terjadi melalui perubahan pada sifat-sifat yang terwariskan. Warna mata pada manusia, sebagai
contohnya, merupakan sifat-sifat yang terwariskan ini. Sifat terwariskan dikontrol
oleh gen
dan keseluruhan gen dalam suatu genom organisme disebut sebagai genotipe.
Keseluruhan
sifat-sifat yang terpantau pada perilaku dan struktur organisme disebut sebagai
fenotipe.
Sifat-sifat ini berasal dari interaksi genotipe dengan lingkungan. Oleh karena
itu, tidak setiap aspek fenotipe organisme diwariskan. Kulit berwarna gelap
yang dihasilkan dari penjemuran matahari berasal dari interaksi antara genotipe
seseorang dengan cahaya matahari; sehingga warna kulit gelap ini tidak akan
diwarisi ke keturunan orang tersebut. Walaupun begitu, manusia memiliki respon
yang berbeda terhadap cahaya matahari, dan ini diakibatkan oleh perbedaan pada
genotipenya. Contohnya adalah individu dengan sifat albino yang
kulitnya tidak akan menggelap dan sangat sensitif terhadap sengatan matahari.
Sifat-sifat
terwariskan diwariskan antar generasi via DNA, sebuah molekul
yang dapat menyimpan informasi genetika. DNA merupakan sebuah polimer
yang terdiri dari empat jenis basa
nukleotida. Urutan basa pada molekul DNA tertentu menentukan
informasi genetika. Bagian molekul DNA yang menentukan sebuah satuan fungsional
disebut gen;
gen yang berbeda mempunyai urutan basa yang berbeda. Dalam sel, unting DNA yang
panjang berasosiasi dengan protein, membentuk struktur padat yang disebut kromosom.
Lokasi spesifik pada sebuah kromosom dikenal sebagai lokus. Jika urutan DNA
pada sebuah lokus bervariasi antar individu, bentuk berbeda pada urutan ini
disebut sebagai alel.
Urutan DNA dapat berubah melalui mutasi, menghasilkan alel yang baru. Jika mutasi terjadi pada
gen, alel yang baru dapat mempengaruhi sifat individu yang dikontrol oleh gen,
menyebabkan perubahan fenotipe organisme. Walaupun demikian, manakala contoh
ini menunjukkan bagaimana alel dan sifat bekerja pada beberapa kasus,
kebanyakan sifat lebih kompleks dan dikontrol oleh interaksi banyak gen.
Mutasi
Variasi genetika berasal
dari mutasi acak yang terjadi pada genom organisme. Mutasi merupakan perubahan
pada urutan DNA sel genom dan diakibatkan oleh radiasi,
virus,
transposon,
bahan kimia
mutagenik, serta kesalahan selama proses meiosis
ataupun replikasi DNA. Mutagen-mutagen ini menghasilkan beberapa
jenis perubahan pada urutan DNA. Hal ini dapat mengakibatkan perubahan produk gen,
mencegah gen berfungsi, ataupun tidak menghasilkan efek sama sekali.
Gen dihasilkan oleh
beberapa metode, umumnya melalui duplikasi dan mutasi gen leluhur ataupun
dengan merekombinasi bagian gen yang berbeda, membentuk kombinasi baru dengan
fungsi yang baru. Keuntungan duplikasi gen (atau bahkan keseluruhan genom)
adalah bahwa tumpang tindih atau fungsi berlebih pada gen ganda mengijinkan
alel-alel dipertahankan (jika tidak akan membahayakan), sehingga meningkatkan
keanekaragaman genetika.
Perubahan pada
bilangan kromosom dapat melibatkan mutasi yang bahkan lebih besar, dengan
segmen DNA dalam kromosom terputus kemudian tersusun kembali. Sebagai contoh,
dua kromosom pada genus
Homo
bersatu membentuk kromosom 2 manusia; pernyatuan ini tidak
terjadi pada garis keturunan kera
lainnya, dan tetap dipertahankan sebagai dua kromosom terpisah. Peran paling
penting penataan ulang kromosom ini pada evolusi kemungkinan adalah untuk
mempercepat divergensi populasi menjadi spesies baru dengan membuat populasi
tidak saling berkembang biak, sehingga mempertahankan perbedaan genetika antara
populasi ini.
Urutan DNA yang
dapat berpindah pada genom, seperti transposon,
merupakan bagian utama pada bahan genetika tanaman dan hewan, dan dapat
memiliki peran penting pada evolusi genom. Efek lain dari urutan DNA yang
bergerak ini adalah ketika ia berpindah dalam suatu genom, ia dapat memutasikan
atau mendelesi gen yang telah ada, sehingga menghasilkan keanekaragaman
genetika.
5.
Hukum Hardy-Weinberg
Asas Hardy-Weinberg
untuk dua alel:
sumbu horizontal menunjukkan frekuensi alel
p dan q, sedangkan sumbu vertikal menunjukkan frekuensi genotipe.
Tiap-tiap kurva menampilkan satu dari tiga genotipe yang memungkinkan.
G.H. Hardy seorang ahli matematik inggris dan W. Weinberg seorang
dokter Jerman yang merumuskan hukumnya sebagai berikut : Frekuensi alel dari satu gen akan tetap dari
generasi ke generasi bila memenuhi syarat (Di dalam suatu kondisi tertentu
frekuensi gen dan frekuensi genotip akan tetap sama atau konstan dari satu
generasi kegenerasi lain dalam populasi yang berbiak secara seksual)
Syarat :
-
Tidak ada mutasi (mutasi ke dua arah adalah
seimbang)
-
Tidak ada seleksi natural (kemampuan yang sama
dalam reproduksi)
-
Populasi Besar (sehingga suatu perubahan yang
tidak mengubah frekuensi gen secara berarti)
-
Perkawinan acak
-
Tidak terjadi migrasi ke atau dari populasi.
Rumus :
-
Alel tunggal
p²+2pq+q²=1
-
Alel ganda
(p+q+r)²
=1
Teori :
Frekuensi
genotip AA, Aa, dan aa, serta perbandingan gen A dan a selalu sama dari
generasi ke generasi
1. AA, Aa,
dan aa mempunyai viabilitas dan fertilitas yang sama
2. Perkawinan
antara genotip satu dengan genotip lainnya berlangsung secara acak
3. Kemungkinan
terjadinya mutasi A ke a dan sebaliknya sama besar
Jika
kita meninjau apa yang dimaksud oleh Hardy dan Weinberg dengan hukumnya itu.
Kita ambil contoh, misalnya suatu populasi mempunyai frekuensi gen A = p dan a
= q. maka karena pada kromosom homolog hanya terdapat sepasang locus untuk A
dan a, maka p + q = 1. jadi spermatozoa yang dihasilkan oleh pria dalam
populasi itu sebanyak p akan mengandung A dan sebanyak q akan mengandung gen a.
demikian juga perbandingan sel telur yang mengandung A = p dan yang mengandung
a = q.
Untuk
membuktikan bahwa perbandingan ratio p² (AA) : 2 pq (Aa) : q²(aa) benar-benar
dalam keseimbangan, maka kita lihat bagaimana perbandingan baru gamet-gamet A
dan a yang akan dihasilkan oleh generasi ini. Individu-individu AA akan
menghasilkan gamet-gamet A saja. Individu-individu Aa akan menghasilkan ½ gamet
A dan ½ gamet a. individu –individu aa akan menghasilkan gamet-gamet a saja.
Jadi
perbandingan gamet-gamet setelah satu generasi lewat menjadi :
Gamet A
ialah p² + ½ (2pq) = p (p+q) = p
Gamet a
ialah q² + ½ (2pq) = q (p+q) = q
6. Seleksi
Kerabat
Seleksi Kerabat adalah seleksi yang terjadi pada
satu spesies dengan fenotip yang berbeda yang menyebabkan salah satunya
bertahan dan yang lainnya akan punah.
Kondisi-kondisi ini
menghasilkan kompetisi antar organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Oleh
sebab itu, organisme dengan sifat-sifat yang lebih menguntungkan akan lebih
berkemungkinan mewariskan sifatnya, sedangkan yang tidak menguntungkan
cenderung tidak akan diwariskan ke generasi selanjutnya.
Skenario "evolusi manusia" ternyata
sama sekali rekaan. Agar pohon kekerabatan semacam ini ada, evolusi perlahan
dan bertahap dari kera ke manusia haruslah terjadi dan catatan fosil dari
proses ini haruslah pernah ada. Tetapi, terdapat jurang sangat lebar yang
memisahkan kera dari manusia. Struktur rangka, volume otak, dan ciri lain
seperti berjalan tegak atau membungkuk rendah ke depan adalah hal-hal yang
membedakan manusia dari kera.
Penemuan
penting lain yang membuktikan pohon kekerabatan seperti ini tidaklah mungkin
terjadi di antara spesies-spesies yang berbeda ini adalah kenyataan bahwa
spesies yang dinyatakan sebagai nenek moyang bagi spesies yang lain ternyata
hidup pada saat yang bersamaan. Jika, sebagaimana pernyataan evolusionis, australopithecines berubah
menjadi Homo habilis dan bila mereka pada gilirannya berubah
menjadi Homo erectus, maka zaman di mana mereka hidup sudah
seharusnya saling berurutan. Tetapi, pada kenyataannya tidak terdapat urutan
kronologis seperti ini.
Berbagai penemuan ini
menunjukkan bahwa makhluk yang dikemukakan sebagai "nenek moyang
manusia" oleh teori evolusi ternyata adalah spesies-spesies punah yang
sama sekali tidak berhubungan satu dengan yang lain atau ras-ras manusia yang
hilang.
7.
Pengaruh seleksi pada populasi
Menurut
Teori Darwin : Evolusi disebabkan
terutama oleh adanya Seleksi alam yang
terjadi
pada Populasi
Seleksi yaitu kondisi atau tindakan yang mengakibatkan genotipe
tertentu bertahan dalam populasi sedangkan genotipe lainnya tersingkirkan.
Seleksi merupakan kekuatan utama yang dapat menimbulkan perubahan
frekuensi alel dalam populasi. Pengaruh seleksi dapat diukur dengan
membandingkan jumlah individu sebelum dan sesudah seleksi. Jadi pengaruhnya
pada populasi karena adanya persaingan hidup di bumi yang mana harus berjuang
untuk mempertahankan hidupnya dari perubahan-perubahan yang terjadi di bumi
akibat adanya perubahan struktur bumi. Jika suatu organisme atau makhluk hidup
tidak dapat mempertahankan hidupnya, maka organisme tersebut akan punah. Bagi
makhluk hidup yang mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan maka makhluk hidup
tersebutlah yang dapat bertahan hidup melanjutkan kelangsungan hidupnya.
Pengaruhnya terhadap populasi
adalah :
- Segala jenis kehidupan di dunia ini tidak ada yang sama
- Dalam satu keturunan, antara individu satu dengan lainnya menunjukkan suatu variasi. Dimana variasi ini menyebabkan setiap individu memiliki kekuatan yang berbeda-beda untuk bertahan terhadap Seleksi alam.
- Perkembangan populasi suatu organism dibatasi oleh adanya ruang dan makanan
- Populasi memiliki daya reproduksi yang tinggi, tetapi dengan adanya persaingan memperebutkan tempat tinggal dan ketersediaan makanan, menyebabkan timbulnya seleksi pada populasi. Siapa yang kuat, dia yang akan bertahan.
- Semakin banyak seleksi yang terjadi maka semakin beragam populasi yang ada.
- Semakin banyak populasi yang ada maka keanekaragaman suatu populasi akan semakin beragam.
- Selama populasi masih terus mangalami seleksi, maka evolusi akan terus terjadi.
- Punahnya berbagai macam populasi mempengaruhi keanekaragaman variasi yang ada pada suatu populasi.
Thank you, your article is very good
ReplyDeleteviagra asli
cialis asli
viagra jakarta
viagra asli jakarta
toko viagra jakarta
jual viagra jakarta
agen viagra jakarta
toko viagra asli
jual viagra asli
jual viagra
toko viagra
agen viagra
cialis jakarta
cialis asli jakarta
titan gel asli
titan gel jakarta
titan gel asli jakarta
viagra cod jakarta
obat viagra jakarta
obat viagra asli
viagra usa
viagra original
obat viagra
obat kuat viagra
jual cialis
toko cialis
obat cialis
obat cialis asli
obat kuat cialis
obat cialis jakarta
toko cialis jakarta
jual cialis jakarta
agen cialis jakarta
toko titan gel
jual titan gel
vitamale asli
permen soloco asli
maxman asli
vimax asli
viagra
titan gel
hammer of thor
hammer of thor asli
hammer of thor jakarta
hammer of thor asli jakarta