Apa itu Kesehatan
Mental?
Kesehatan mental atau kesehatan jiwa terdiri dari
tiga komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual. Pikiran yang sehat
tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran. Emosional yang sehat tercermin
dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya seperti: takut,
gembira, kuatir, sedih, dan sebagainya. Spritual sehat tercermin dari cara
seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya
terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Contoh: sehat
spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan
lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan
semua aturan-aturan agama yang dianutnya.
Pentingnya
kesehatan mental
Kesehatan mental
merupakan hal penting dalam kehidupan manusia, karena kesehatan mental dapat
menentukan ketenangan dan kebahagiaan hidup manusia. Oleh karena itu,
mempelajari kesehatan mental secara mendalam adalah penting, apalagi di zaman
yang semakin modern ini. Dimana kemajuan ilmu teknologi dan kebudayaan serta
industri. Walaupun kemajuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan, kemudahan dan
kesenangan manusia, akan tetapi semuanya itu belum dapat menjamin kebahagiaan
dan kesejahteraan jiwa. Semakin maju kebudayaan dan peradaban, semakin komplek juga
masalah dan kebutuhan manusia, sehingga memudahkan manusia terganggu kesehatan
mentalnya. Beberapa pengaruh kesehatan mental terhadap manusia, yaitu:
1. Pengaruh kesehatan mental terhadap perasaan
diantaranya, gangguan perasaan yang diantaranya: Rasa cemas (gelisah), iri
hati, rasa sedih, rasa rendah diri dan hilangnya kepercayaan terhadap diri,
pemarah.
2. Pengaruh kesehatan mental terhadap perilaku.
Ketidaktentraman hati atau kurang sehatnya mental, sangat berpengaruh terhadap perilaku.
Banyak terjadi penyimpangan tingkah laku pada seseorang dikarenakan membekasnya
pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan pada seseorang.
3. Pengaruh kesehatan mental terhadap pikiran/kecerdasan.
Di antara gejala-gejala yang bisa di lihat adalah: sering lupa, tidak bisa
berkonsentrasi tentang suatu hal yang penting, kemampuan berfikir yang menurun,
sehingga seseorang merasa seolah-olah ia tidak cerdas lagi, pikirannya tidak
bisa digunakan dan sebagainya.
4. Pengaruh kesehatan mental terhadap kesehatan badan.
Kalau orang dulu mengatakan mental yang sehat terletak pada badan yang sehat,
maka sekarang terbukti hal yang sebaliknya, yaitu kesehatan mental menentukan
kesehatan badan. Akhir-akhir ini banyak terdapat penyakit yang dinamakan
Psychosomatic, yaitu penyakit pada badan yang disebabkan oleh mental.
Cara
menghindari gangguan kesehatan mental
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa kita hindari agar
kesehatan mental kita tidak terganggu. Karena apabila kesehatan mental kita
terganggu akan berpengaruh juga terhadap kesehatan tubuh kita sendiri. Ada
empat cara untuk menghindari gangguan kesehatan mental :
1. Keseimbangan
dalam berpikir
Selalu memikirkan hal-hal negatif adalah
cara yang ampuh untuk menenggelamkan diri ke dalam masalah. Pemikiran diri
tidak hanya berpengaruh pada perlakuan terhadap diri sendiri, tetapi juga
terhadap orang lain. Hanya fokus pada sisi negatif hanya akan membuat diri
sendiri merasakan hal yang buruk terhadap sebuah situasi dan diri sendiri. Oleh
karena itu, sangat penting untuk mampu menjaga kesehatan mental dan belajar
menyeimbangkan pikiran dengan melihat keseluruhan sisi dalam setiap masalah
sehingga Anda dapat menemukan penyelesaian yang tepat. Keseimbangan berpikir
adalah ketika dihadapkan pada masalah, kemudian harus mempertimbangakan fakta,
pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan bagaimana diri sendiri bereaksi
terhadap masalah tersebut. Jika hanya memperdulikan salah satu aspek, contohnya
perasaan sendiri, mengontrol logika berpikir sendiri, maka pikiran diri sendiri
pun akan menyimpang. Masalah pun dapat menjadi lebih buruk.
2. Olahraga
Berolahraga tidak hanya baik untuk
kesehatan tubuh, tetapi juga mental. Berolahraga dapat meningkatkan endorphins,
serotonin, dan dopamine pada tubuh yang dapat memberikan perasaan senang dan tenang.
Zat-zat tersebut juga dapat mengatur perasaan gelisah, stres, dan depresi. Aktivitas
ini dapat dengan lancar mengalirkan darah ke otak dan ke seluruh tubuh sehingga
membuat otot dan mental lebih tenang. Ingatlah bahwa ketika diri sendiri dapat
berpenampilan bagus, maka diri kita akan merasa senang. Dalam jangka panjang,
memelihara kebugaran fisik akan menambah kepercayaan diri dan mengubah cara
berpikir terhadap diri sendiri sehingga kesehatan mental pun terjaga.
3. Relaksasi
Ketika pikiran kita didominasi dengan
masalah yang terjadi di masa lalu atau kekhawatiran menghadapi masa depan, maka
akan tercipta kekhawatiran yang berlebihan. Jika mental dalam keadaan sehat,
maka akan mudah untuk menenangkan pikiran dan berkonsentrasi pada apa yang
dikerjakan. Kita dapat melatih meditasi untuk mengistirahatkan pikiran dan
membantunya untuk fokus terhadap apa yang sedang terjadi. Meditasi dapat
dilakukan dengan menutup mata, fokus pada pernapasan, mengosongkan pikiran dari
apapun yang tidak berhubungan dengan yang terjadi saat ini. Hal ini dapat
membantu tubuh kita menjadi lebih tenang dan membiarkan pikiran kita
beristirahat sejenak.
4. Berekspresi
Memendam emosi sama halnya dengan
membiarkan penyakit memburuk tanpa diobati. Emosi yang terpendam dapat
memberikan dampak buruk terhadap fisik dan mental. Jika kita tidak dapat
membicarakan apa yang kita rasakan atau tidak tahu bagaimana membicarakannya,
cobalah untuk mencari cara lain untuk mengekspresikan perasaan kita dan
mengeluarkan emosi kita. Mengekspresikan diri kita adalah salah satu alternatif
untuk melepaskan emosi dan menghilangkan stres. Mengekspresikan diri dapat
dilakukan dengan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan seni seperti
bermain musik, menulis sebuah cerita, atau belajar mengenai cara mengekspresikannya.
Pikirkan sebuah hobi baru untuk detoksifikasi emosi negatif sembari mencari
kemampuan lain pada diri kita.
NB : id.shvoong.com

Mirisnya isu kesehatan mental masih melekat stigma negatif bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, jadi bagi yang mengalami penyakit mental merasa minder saat mau menggunakan layanan kesehatan mental. Tapi katanya dengan membaca artikel psikoedukasi secara intensif mampu menurunkan stigma sosial dan pribadi yang disematkan pada pengguna layanan kesehatan mental secara signifikan. Ini penelitiannya.
ReplyDeleteThank you, your article is very good
ReplyDeleteviagra asli
cialis asli
viagra jakarta
viagra asli jakarta
toko viagra jakarta
jual viagra jakarta
agen viagra jakarta
toko viagra asli
jual viagra asli
jual viagra
toko viagra
agen viagra
cialis jakarta
cialis asli jakarta
titan gel asli
titan gel jakarta
titan gel asli jakarta
viagra cod jakarta
obat viagra jakarta
obat viagra asli
viagra usa
viagra original
obat viagra
obat kuat viagra
jual cialis
toko cialis
obat cialis
obat cialis asli
obat kuat cialis
obat cialis jakarta
toko cialis jakarta
jual cialis jakarta
agen cialis jakarta
toko titan gel
jual titan gel
vitamale asli
permen soloco asli
maxman asli
vimax asli
viagra
titan gel
hammer of thor
hammer of thor asli
hammer of thor jakarta
hammer of thor asli jakarta