"Metode
ilmiah adalah jalan raya"
mungkin
anda akan sedikit bingung melihat judul postingan saya, tapi memang
begitulah kenyataanya.
disini
saya akan mejelaskan tentang metode ilmiah yang saya deskripsikan
sebagai jalan raya.
Kenapa
metode ilmiah itu seperti jalan raya?? seperti pengertian dari metode
ilmiah itu sendiri bahwa metode ilmiah adalah sebuah cara untuk
mendapatkan sesuatu jawaban dari sebuah penelitian.
Nah..
disinilah letak persamaan tersebut, dimana metode ilmiah juga sebuah
cara untuk sampai kesuatu jawaban, jalan raya juga begitu, saat kita
akan berpergian kesebuah tempat kita bisa memilih jalan atau cara
dari yang begitu jauh sampai yang begitu dekat rutenya.
Pada
saat itu juga metode ilmiah diharapkan menjadi cara yang praktis,
akurat ,cepat dan
dapat diuji kebenaran dari jawaban tersebut.
Seperti halnya orang yang berpergian dengan rute jalan yang paling
dekat.
Metode
ilmiah jugaboleh
dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh
pertimbangan-pertimbangan logis. Karena ideal dari ilmu adalah untuk
memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta, maka metode
ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta dengan
menggunakan pendekatan kesangsian sistematis.
Karena itu, penelitian
dan metode ilmiah mempunyai
hubungan yang dekat sekali, jika tidak dikatakan sama. Dengan adanya
metode ilmiah, pertanyaan-pertanyaan dalam mencari dalil umum akan
mudah terjawab, seperti menjawab seberapa jauh, mengapa begitu,
apakah benar, dan sebagainya.
Menurut
Almadk (1939),” metode
ilmiah adalah
cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan
dan penjelasan kebenaran. Sedangkan Ostle (1975) berpendapat bahwa
metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh
sesuatu interelasi.”
Tahapan
Metode Ilmiah
Metode
ilmiah adalah pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam
metode tersebut dengan menggunakan langkah/prinsip dalam
menjalankannya agar tersusun secara sistematis, teratur, dan
terkontrol. Tahap-tahap metode ilmiah adalah sebagai berikut.
1.
Merumuskan masalah. Rumusan masalah adalah gambaran terhadap
sesuatu yang dijadikan permasalahan.
Rumusan masalah bisa muncul karena adanya pengamatan dari
gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang ada di lingkungan.
Perumusan masalah berupa pertanyaan-pertanyaan mengenai objek empiris
yang batasannya jelas serta faktor-faktor yang terkait dapat
diidentifikasi.
2.
Mengumpulkan data. Kumpulan data bisa berupa informasi yang
mengarah dan dekat dengan pemecahan masalah. Mengumpulkan data bisa
dengan berbagai cara, misalnya melalui kajian pustaka, observasi
lapangan, wawancara,
data lisan, dan sebagainya.
3.
Merumuskan hipotesis, yaitu membuat jawaban sementara yang
disusun berdasarkan data-data yang diperoleh. Hipotesis pada dasarnya
bersifat deduktif dengan mengambil premis-premis
dari pengetahuanilmiah
yang sudah diketahui sebelumnya.
4.
Hipotesis atau jawaban sementara tersebut diuji kebenarannya
dengan melakukan percobaan penelitian.
5.
Membuat analisis untuk mendapatkan kesimpulan.
6.
Menarik kesimpulan harus berdasarkan analisis data-data.
Oleh sebab itu agar dapat menarik kesimpulan dibutuhkan fakta-fakta
yang cukup dan mendukung hipotesis. Apabila hipotesis tersebut
mendukung maka hipotesis itu diterima. Sebaliknya, jika hipotesis
tersebut tidak dapat fakta yang cukup mendukung hipotesis maka
hipotesis tersebut ditolak.
7.
Kesimpulan/hipotesis yang sudah diterima kemudian dianggap
sebagai sebagai bagian dari pengetahuan ilmiah sebab
sudah melalui tahapan pengujian dan memenuhi persyaratan keilmuan,
yaitu sudah mempunyai kerangka yang jelas, konsisten dengan
pengetahuan ilmiah sebelumnya, dan telah diuji kebenarannya.
Penarikan
Kesimpulan
Dalam
menarik kesimpulan harus memusatkan diri pada penalaran ilmiah. Ada
cara penarikan kesimpulan, pertama dengan
cara induktif. Penarikan kesimpulan dengan cara induktif adalah
penarikan kesimpulan dari yang khusus menjadi umum,
dengan caramengemukakan
pernyataan-pernyataan yang memiliki ruang lingkup yang khas dan
terbatas dalam menyusun argumentasinya dan diakhiri dengan pernyataan
yang bersifat umum.
Kedua
dengan cara deduktif, yaitu penarikan kesimpulan dari masalah yang
umum ke masalah yang khusus,
biasa disebut silogismus yang disusun dari dua buah pernyataan dan
kesimpulan.
Hal
yang penting dalam melakukan metode ilmiah bukan hanya proses
penemuan pengetahuannya saja, namun terdapat pula bagaimana cara
mengomunikasikan pengetahuan kepada masyarakat dan
ilmuwan yang lain. Oleh karena itu, diperlukan laporan penelitian
ilmiah yang memiliki sistematika dan cara berpikir yang terformat
dalam teknik penelitiannya.

No comments:
Post a Comment