Banyak orang mungkin sudah mempelajari bahkan
memahami tentang matematika, matematika yang sangat kompleks dengan rumus dan
banyak logika tentunya membuat sebagaian orang juga sudah merasa sangat males
terlebih dahulu sebelum mempelajarinya.
Tapi apakah matematika sendiri mempunyai sebuah
definisi yang sama disetiap tempat bahkan di setiap Negara?
Dan hal inilah yang akan saya coba untuk ungkap
pengertian matematika menurut banyak asal. Menurut berbagai tokoh besar dalam
dunia menyebutkan :
Ernest melihat matematika sebagai suatu konstruktivisme
sosial yang memenuhi tiga premis sebagai berikut: i) The basis of
mathematical knowledge is linguistic language, conventions and rules, and
language is a social constructions; ii) Interpersonal social processes are
required to turn an individual’s subjective mathematical knowledge, after
publication, into accepted objective mathematical knowledge; and iii)
Objectivity itself will be understood to be social. (Ernest, 1991:42).
Selain Ernest, terdapat sejumlah tokoh yang memandang matematika sebagai suatu
konstruktivisme sosial. Misalnya, Dienes mengatakan bahwa
matematika adalah ilmu seni kreatif. Oleh karena itu, matematika harus
dipelajari dan diajarkan sebagai ilmu seni. (Ruseffendi, 1988:160).


