BAB II
PEMBAHASAN
Kecerdasan merupakan salah satu anugrah dari Tuhan
Yang Maha Esa kepada manusia, dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan
manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan kecerdasan, manusia dapat
terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin
komplek, melalui proses berpikir dan belajar secara terus menerus.
Ø Pengertian
Intelligence Quotient (IQ)
intelligence quotient (iq) atau kecerdasan
intelektual adalah kemampuan intelektual, analisa, logika dan rasio. kecerdasan
ini merupakan kecerdasan untuk menerima, menyimpan, dan mengolah
informasi menjadi fakta. iq juga dapat berarti kecepatan otak seseorang dalam
menangkap dan mencerna sesuatu.
kecerdasan ini digagas pada sekitar tahun 1912 oleh
william strern. digunakan sebagai pengukur kualitas seseorang pada saat itu.
kecerdasan ini terletak di otak bagian cortex (kulit otak). memang, semula
kajian tentang kecerdasan hanya sebatas kemampuan individu yang bertautan
dengan aspek kognitif atau biasa disebut kecerdasan intelektual yang bersifat
tunggal, sebagaimana yang dikembangkan oleh charles spearman (1904) dengan
teori “two factor” atau thurstone (1938) dengan teori “primary mental
abilities”. dari kajian ini, menghasilkan pengelompokan kecerdasan manusia yang
dinyatakan dalam bentuk intelligence quotient (iq) yang dihitung berdasarkan
perbandingan antara tingkat kemempuan mental (mental age) dengan tingkat usia
(chronological age), merentang mulai dari kemampuan dengan kategori idiot
sampai dengan genius. istilah iq mula-mula diperkenalkan oleh alfred binet,
ahli psikologi dari prancis pada awal abad ke-20. kemudian, lewis terman dari
universitas stanford berusaha membakukan tes iq yang dikembangkan oleh binet
dengan mempertimbangkan norma-norma populasi, sehingga selanjutnya dikenal
sebagai tes stanford binet.
Sampai sekarang metode tes IQ masih digunakan
terutama seperti yang pertama kali diharapkan oleh Binet untuk keperluan
membantu para pelajar yang memerlukan pelajaran tambahan dan perhatian ekstra.
Namun sejarah membuktikan bahwa metode ini bergerak lebih jauh lagi d


